Diet dan Olahragabagi penderita DIABETES

Diabetes bukan penyakit baru. Sejak 1552 SM penyakit yang ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak serta penurunan berat badan yang drastis ini, sudah dikenal dan disebut dengan istilah Poliuria. Tahun 400 SM, seorang penulis India Sushratha menamainya “penyakit kencing madu”. Nama diabetes mellitus (diabetes = mengalir terus, mellitus = manis) akhirnya diberikan oleh Aretaeus sekitar 200 tahun sebelum Masehi.

Mengelola penyakit ini sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat.
Seseorang dikatakan menderita diabetes bila kadar glukosa dalam darah di atas 120 mg/dl dalam kondisi berpuasa, dan di atas 200 mg/dl setelah dua jam makan. Tanda lain yang lebih nyata adalah apabila air seninya positif mengandung gula.

Diabetes muncul lantaran hormon insulin yang dikeluarkan oleh sel-sel beta dari pulau langerhans (struktur dalam pankreas yang bertugas mengatur kadar gula dalam darah) tidak lagi bekerja normal. Akibatnya, kadar gula dalam darah meninggi. Bila keadaan ini berlanjut dan melewati ambang batas ginjal, zat gula akan dikeluarkan melalui air seni.

Sejauh ini dikenal dua kelompok penderita diabetes yakni mereka yang terkena sejak kecil atau remaja, dan mereka yang terkena ketika sudah dewasa (kebanyakan usia 50 tahun ke atas). Penderita diabetes sejak muda kebanyakan membutuhkan suntikan insulin, sementara yang dimulai di usia dewasa tidak.

Sejak ditemukan hormon insulin oleh Banting dan Best dari Kanada pada 1921, penderita diabetes yang membutuhkan insulin dapat diatasi sehingga angka kematian dan keguguran bayi pada ibu hamil yang menderita diabetes semakin berkurang. Selain hormon insulin, Franke dan Fuchs (1954) melakukan uji coba obat antidiabetes dan terbukti banyak menolong para penderita.

Diabetes memang penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun dengan perawatan yang baik, setiap penderita dapat menjalani kehidupannya secara normal.

Diet dan olahraga

Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini. Menurut dr. Elvina Karyadi, M.Sc., ahli gizi dari SEAMEO-Tropmed UI, ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan jenis sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih dari satu rantai glukosa sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi, harus diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat sederhana seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen, langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit.

Dari sisi makanan penderita diabetes lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak dianjurkan.

Peneliti gizi asal Universitas Airlangga, Surabaya, Prof. Dr. Dr. H. Askandar Tjokroprawiro, menggolongkan diet atas dua bagian, A dan B. Diet B dengan komposisi 68% karbohidrat, 20% lemak, dan 12% protein, lebih cocok buat orang Indonesia dibandingkan dengan diet A yang terdiri atas 40 – 50% karbohidrat, 30 – 35% lemak dan 20 – 25% protein. Diet B selain mengandung karbohidrat lumayan tinggi, juga kaya serat dan rendah kolesterol. Berdasarkan penelitian, diet tinggi karbohidrat kompleks dalam dosis terbagi, dapat memperbaiki kepekaan sel beta pankreas.

Sementara itu tingginya serat dalam sayuran jenis A(bayam, buncis, kacang panjang, jagung muda, labu siam, wortel, pare, nangka muda) ditambah sayuran jenis B (kembang kol, jamur segar, seledri, taoge, ketimun, gambas, cabai hijau, labu air, terung, tomat, sawi) akan menekan kenaikan kadar glukosa dan kolesterol darah.

Bawang merah dan putih (berkhasiat 10 kali bawang merah)serta buncis baik sekali jika ditambahkan dalam diet diabetes karena secara bersama-sama dapat menurunkan kadar lemak darah dan glukosa darah.

Pola 3J

Ahli gizi lain, dr. Andry Hartono D.A. Nutr., dari RS Panti Rapih, Yogyakarta menyarankan pola 3J: yakni jumlah kalori, jadwal makan, dan jenis makanan.

Bagi penderita yang tidak mempunyai masalah dengan berat badan tentu lebih mudah untuk menghitung jumlah kalori sehari-hari. Caranya, berat badan dikalikan 30. Misalnya, orang dengan berat badan 50 kg, maka kebutuhan kalori dalam sehari adalah 1.500 (50 x 30). Kalau yang bersangkutan menjalankan olahraga, kebutuhan kalorinya pada hari berolahraga ditambah sekitar 300-an kalori.

Jadwal makan pengidap diabetes dianjurkan lebih sering dengan porsi sedang. Maksudnya agar jumlah kalori merata sepanjang hari. Tujuan akhirnya agar beban kerja tubuh tidak terlampau berat dan produksi kelenjar ludah perut tidak terlalu mendadak.

Di samping jadwal makan utama pagi, siang, dan malam, dianjurkan juga porsi makanan ringan di sela-sela waktu tersebut(selang waktu sekitar tiga jam).

Yang perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seperti nasi, daging berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, coklat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.

Diet kalori terbatas

Penderita bisa mengikuti contoh susunan menu diet B untuk 2.100 kalori (Simbardjo dan Indrawati, B.Sc. dari bagian ilmu gizi RSUD Dr. Sutomo Surabaya) seperti pada Tabel 1. Diet B tinggi serat itu termasuk diet diabetes umum, yang tidak menderita komplikasi, tidak sedang berpuasa atau pun sedang hamil.

Menu diet B terdiri dari:

Protein

Lemak

Karbohidrat

Kolesterol

65.49 g

45.89 g

377.45 g

112.5 mg

Makan pagi (pk. 06.30)

Nasi

Daging

Tempe

Sayuran A

Sayuran B

Minyak

110 g

25 g

25 g

100 g

25 g

5 g

Selingan (09.30)

Pisang

200 g

Makan siang (12.30)

Nasi

Daging

Tempe

Sayuran A

Sayuran B

Minyak

150 g

40 g

25 g

100 g

50 g

10 g

Selingan (15.30)

Pisang/kentang

Pepaya

200 g

100 g

Makan malam (18.30)

Nasi

Daging

Tempe

Sayuran A

Sayuran B

Minyak

150 g

25 g

25 g

100 g

50 g

10 g

Selingan (21.30)

Pisang/kentang

Pepaya

200 g

100 g

Sedangkan buku panduan “Perencanaan Makan Penderita Diabetes dengan Sistem Unit” terbitan Klinik Gizi dan Klinik Edukasi Diabetes RS Tebet, menuliskan tentang prinsip dasar diet diabetes, dengan pemberian kalori sesuai kebutuhan dasar. Untuk wanita, kebutuhan dasar adalah (Berat Badan Ideal x 25 kalori)ditambah 20% untuk aktivitas. Sedangkan untuk pria, (Berat Badan Ideal x 30 kalori) ditambah 20% untuk aktivitas. Untuk menentukan berat badan ideal (BBI) bisa diambil patokan: BBI = Tinggi Badan (cm) – 100 cm – 10%.

Contoh, seorang pria bertinggi badan 164 cm, berat badan 70 kg, maka BBI = 64 kg – 10% = 58 kg. Kebutuhan kalori dasar = 58 x 30 kalori = 1.740 kalori. Ditambah kalori aktivitas 20% = 2.088 kalori. Jadi, pria ini memerlukan diet sekitar 2.000 kalori sehari.

Namun, rumusan ini tidak mutlak. Bila pasien sedang sakit, aktivitas berubah, atau berat badan jauh dari ideal, maka kebutuhan kalori akan berubah. Bila berat badan berlebih, jumlah kalori dikurangi dari kebutuhan dasar. Sebaliknya, bila pasien mempunyai berat badan kurang, jumlah kalori dilebihkan dari kebutuhan dasar. Begitu berat badan mencapai normal, jumlah kalori disesuaikan kembali dengan kebutuhan dasar.

Prinsip makan selanjutnya adalah menghindari konsumsi gula dan makanan yang mengandung gula. Juga menghindari konsumsi hidrat arang olahan yakni hidrat arang hasil dari pabrik berupa tepung dengan segala produknya. Ditambah lagi mengurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari (lemak binatang, santan, margarin, dll.), sebab tubuh penderita mengalami kelebihan lemak darah.

Yang perlu diperbanyak justru konsumsi serat dalam makanan, khususnya serat yang larut air seperti pektin (dalam apel), jenis kacang-kacangan, dan biji-bijian (bukan digoreng).

Bila penderita juga mengalami gangguan pada ginjal, yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi protein. Umumnya, digunakan rumus 0,8 g protein per kilogram berat badan. Bila kadar kolesterol/trigliserida tinggi, disarankan melakukan diet rendah lemak. Bila tekanan darahnya tinggi, dianjurkan mengurangi konsumsi garam.

Kegagalan berdiet bisa disebabkan karena pasien kurang berdisiplin dalam memilih makanannya atau tidak mampu mengurangi jumlah kalori makanannya. Bisa juga penderita tidak mempedulikan saran dokter.

Untuk memudahkan penerapan, dibuat sistem unit 80 kalori. Tabel 2 menyajikan makanan yang mengandung 80 kalori per unitnya. Misalnya, seorang pasien yang memerlukan 1.600 kalori per harinya, akan mendapat makanan 20 unit sehari senilai 80 kalori setiap unitnya. Jumlah 20 unit terbagi atas sarapan empat unit, makanan kecil (pk. 10.00) dua unit, makan siang enam unit, makanan kecil (pk. 16.00) dua unit, dan makan malam enam unit.

Tabel di bawah ini yang menunjukkan contoh lima kelompok makanan: makanan pokok, lauk pauk, sayuran, makanan ringan/siap santap, buah-buahan, dan minuman.

Jenis makanan

A

B

C

Makanan pokok

Lauk pauk

Sayuran

Siap santap

Buah-buahan Makanan ringan

Minuman

nasi

pepes ikan

sayur bening

ketoprak

apel

lemper

teh/kopi

roti

sate

lodeh

hamburger

pisang

kroket

es campur

kentang goreng

rendang

buntil

pizza

anggur

lapis legit

minuman ringan

Makanan dalam kelompok A bisa dibilang berkomposisi paling baik, karena mengandung serat dan atau rendah hidrat arang olahan serta rendah lemak. Sementara golongan C kurang baik karena kandungan gulanya tinggi, rendah atau tanpa serat, dan terlalu banyak lemak. Jadi, dianjurkan untuk memilih A atau B, bukan C. Nasi lebih baik daripada bubur, karena kandungan serat lebih baik sehingga lebih lama bertahan di usus. Pemanis gula bisa diganti dengan pemanis buatan.

Di sini diberikan pula contoh menu yang dapat diikuti (20 unit atau 1.600 kalori):

Makan pagi

Setangkap roti tawar

Sebutir telur ayam

1 sendok teh selai

1 gls susu skim

1,50 unit

1,25 unit

0,25 unit

0,75 unit

Selingan (di kantor):

Arem-arem

Teh tanpa gula

2,75 unit

Makan siang:

Nasi putih

Daging cah kembang kol

Sayur bening bayem

Pepaya

1,25 unit

3,00 unit

0,25 unit

0,50 unit

Selingan sore

Serabi pandan (kue basah)

1 gls jus melon

1,75 unit

0,50 unit

Makan malam

Nasi, sayur, daging, ikan goreng, gado-gado

1 gls jus tomat

3,75 unit

0,25 unit

Selingan malam

1 pisang ambon

1,25 unit

Dengan melakukan diet yang teratur dan disiplin pasti kadar gula dapat dikendalikan.

Jangan lupa olahraga

Selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan latihan fisik. Pada prinsipnya olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan yang untuk orang sehat. Juga antara penderita baru atau pun lama. Olahraga itu terutama untuk membakar kalori tubuh, sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan demikian kadar gulanya bisa turun.

“Saya punya banyak pasien diabetes. Hanya dengan latihan olahraga mereka sanggup hidup seperti orang-orang sehat tanpa obat,” papar dr. Hario Tilarso. Lebih baik menyembuhkan secara alamiah, itu prinsipnya. Kalau dengan latihan, gula darahnya bisa turun, mengapa harus dengan obat. Obat baru diberikan kalau penurunannya alot sehingga dikhawatirkan timbul komplikasi macam-macam.

“Pengalaman saya menunjukkan, orang-orang yang tidak tergantung insulin, bisa turun kadar gulanya hanya dengan exercise. Bahkan, ketika menghadiri pesta, penderita diabetes bisa makan banyak. Tapi, besoknya dia harus lari untuk membakar kalori yang telah masuk,” katanya.

Penderita diabetes yang telah lama dikhawatirkan bisa mengalami arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Namun, dengan berolahraga timbunan kolesterol di pembuluh darah akan berkurang, sehingga risiko terkena penyakit jantung juga menurun.

Menurut dokter olahraga di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) DKI Jaya ini, sebaiknya jenis olahraga bagi penderita diabetes dipilih yang memiliki nilai aerobik tinggi, macam jalan cepat, lari (joging), senam aerobik, renang, dan bersepeda. Jenis olahraga lainnya, tenis, tenis meja, bahkan sepakbola, pun boleh dilakukan asal dengan perhatian ekstra.

FID (frekuensi, intensitas, dan durasi) olahraga bagi penderita diabetes pada prinsipnya tidak berbeda dengan yang diterapkan untuk orang sehat. Frekuensi berolah raga adalah 3 – 5 kali seminggu. “Sebaiknya, dipilih waktu yang tepat karena panas matahari bisa membakar kalori lebih banyak. Ini berbahaya karena bisa menyebabkan hipoglikemia, kekurangan gula darah,” jelas dr. Hario.

Cuma, penderita yang menggunakan suntikan insulin harus hati-hati. Harus diperhatikan waktu puncak kerja insulin yang disuntikkan. “Jangan sampai saat puncak insulin bekerja, penderita berolahraga. Saat itu kadar gula darah akan banyak turun. Kalau ditambah latihan, bisa tambah turun lagi, bisa kena hipoglikemia,” katanya.

Jadi, insulin yang digunakan harus diketahui dulu kerjanya, short acting atau long acting. Biasanya, berdasarkan kondisi penderita, dokter menentukan jenis insulin yang diberikan. Nah, jadwal olahraganya disesuaikan dengan kerja insulin itu.

Intensitasnya berkisar 60 – 75% DSM (denyut nadi maksimal, yang perhitungannya 220 – umur dalam tahun). Durasinya kira-kira 60 menit setiap kali berolahraga pada zone latihan. Untuk penderita diabetes yang berbadan gemuk, durasinya bisa ditambah, misal 90 menit. “Dengan penambahan lama latihan, tidak cuma gula darah yang berkurang, lemak tubuh pun ikut dibakar,” tutur dr. Hario.

Bila kepala melayang

Latihan beban juga dianjurkan untuk penderita diabetes. “Di samping memelihara kadar gula darah, penderita juga memelihara massa ototnya agar ototnya tetap kokoh, sehingga bisa tetap produksi seperti yang lain,” katanya.

Khusus yang sudah sangat parah, misalnya saraf kakinya sudah terganggu, dipilih olahraga yang ringan dan tidak terlalu banyak serta keras benturannya. Misalnya bersepeda. Itu pun harus hati-hati, terutama kalau sudah sampai terjadi retinopati diabetik (gangguan retina mata), karena kemungkinan terjadinya perdarahan sangat besar. Bila penyakitnya lebih parah, misalnya dengan kadar gula di atas 400 yang tak memungkinkannya bergerak aktif, penanganannya lebih diserahkan pada dokter penyakit dalam. “Pilihannya memang agak sulit. Kita harus bekerja secara interdisiplin. Jadi, yang bisa berolahraga hanya mereka yang betul-betul masih aktif, tidak ada keterbatasan pada musculuskeletal, tidak ada atritis, dan keterbatasan lainnya.”

Sedangkan penderita diabetes berbadan gemuk, jenis olahraganya dikombinasikan dengan latihan untuk obesitas. “Biasanya, lamanya tidak satu jam, melainkan dua jam misalnya. Maksudnya, supaya pembakarannya lebih banyak, gula darahnya turun, dan lemak tubuhnya berkurang. Kalau dia betul-betul menuruti aturan, semuanya tidak masalah,” katanya.

Dalam melakukan olahraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kadar gula darah penderita saat melakukan olahraga harus berada pada kisaran 100 – 300 mg/dl. “Lebih dari 300 mg/dl dikhawatirkan terjadi ketosis (kelebihan keton dalam jaringan), misalnya. Penderita dengan kadar gula yang terlalu rendah juga dilarang melakukan latihan. Sementara jika kadar gulanya sudah normal lalu melakukan olahraga, ditakutkan malah terjadi hipoglikemia.” Supaya aman, katanya, penderita harus berolahraga bersama orang lain. Kalau ada apa-apa, ada yang bisa membantu.

Penderita diabetes sebaiknya juga berbekal sedikit makanan atau minuman yang manis-manis. Boleh roti manis, permen, teh manis. “Kalau kepala sudah mulai melayang, langsung saja makan atau minum bekal itu secukupnya. Juga bila keringat dingin sudah mulai keluar. Kepala melayang dan keringat dingin itu menunjukkan gula darahnya sudah turun berlebih,” papar Hario.

Pada penderita diabetes, kalau kebanyakan gula bisa menimbulkan hiperglikemia dan ini bisa membuat keracunan. Tapi ini efeknya lama. Yang cepat pengaruhnya dan bisa menimbulkan kematian justru hipoglikemia.

Mereka yang memilih jenis olahraga yang memerlukan waktu lama, macam tenis lapangan atau sepakbola, sebaiknya setiap 30 menit mengkonsumsi glukosa (makanan atau minuman manis). Dengan cara itu kadar gula darahnya bisa dijaga agar tidak terlalu turun. Yang perlu diperhatikan pula saat berolahraga adalah cuaca. Pada cuaca sangat panas, penyerapan insulin banyak sekali. Berarti gula darah lebih terserap lagi.

Menjaga kebersihan dan kesehatan kaki juga penting dalam berolahraga. Ketika sedang joging atau jalan, kaki akan bergesekan dengan sepatu. Karena itu, kaus kaki yang dikenakan harus bersih. Sepatu pun harus yang lunak bagian dalamnya untuk menghindari lecet. Pakailah sepatu sesuai penggunaannya.

Dengan rajin berolahraga ditambah mengatur menu makanan serta mengontrol kadar gula darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindari. (Nanny Selamihardja/I Gede Agung Yudana)

Sumber : http://www.indomedia.com

31 Comments to “Diet dan Olahragabagi penderita DIABETES”

  1. Dear Mr/Ms,

    Bagaimana menu makanan untuk penderita diabetes yang darahnya lebih dari 200, sedangkan berat tubuhnya 157/42.
    Terima kasih untuk jawabannya.

    Wassalam.

  2. bagaiman pencegahan diabetes pada penderita yang mengalami gangren?

  3. bagaimana pola makan seorang yang menderita diabetes dengan dispepsia?.

  4. Bagaimana pola makan seorang yang terlanjur kompilkasi, biasanya (dan seperti yang terjadi pada ayah saya) hipertensi, diabetes, ginjal dan paru

  5. Bagaimana jumlah kalori dan menu makana untuk penderita dengan kadar gula dara sewaktu 317. Berat badan 100 kg dan tinggi 183 cm.

    Terimakasih

  6. waktu itu, saya pernah mencek urin saya, ternyata mengandung glukosa…

    apakah saya sudah bisa dibilang terkena penyakit diabetes?

    bagaimana cara menstabilkan gula darah saya,,karena usia saya masih tergolong muda (15 tahun)???

    thanks…

  7. met pagi,,,
    beberapa hari yg lalu saya check kadar gula darah saya dengan alat yg elektrik ternyata 215,apa dengan alat itu akurat?pada hari itu saya hanya makan 2 risoles,,
    umur saya 21 tinggi 160/50 sejak SMA saya jarang makan nasi dan daging yang saya makan hanya sayur,ikan, tempe-tahu,yakult,buah kiwi-apel kok saya bisa tetap dianggap DM yah?
    klo stres bisa membuat kadar gula darah saya naik ga?soalnya sejak kuliah saya sering stres,begadang bikin tugas,,
    kira2 pola makan saya yg td diatas sudah benar atau belum yah karena saya juga alergi terhadap kentang dan kacang?
    klo ada luka yang susah sembuh apa yg harus saya lakukan?apa ada obat yg bisa mempercepat penyembuhan?

    maaf banyak sekali pertanyaanya,krna saya benar2 bingung,,,

    trimakasih,,,
    ^!^

  8. bagus bgt info nya…

  9. ibu saya penderita diabetes, beliau punya anak 2 orang : 1 laki2 dan 1 perempuan. kira2 tingkat kecenderungan untuk mewarisi penyakit tersebut yang paling tinggi penderita diabet yang mana anak yang laki2 atau yang perempuan?

  10. Tahitian Noni Internasional mengadakan seminar diabetes.
    Hari : sabtu, 27 september 2008
    Jam : 14.00 wib
    Pembicara :Dr.Djoko Maryono.RSPP PERTAMINA
    ( dokter kepresidenan soeharto )

    tempat dan pendaftaran hubungi anton 08812386634
    tempat terbatas,gratis

  11. suatu hari sya kencing ternyata kencing saya dikerumuni semut ………
    apakah saya sudah bisa dibilang terkena penyakit Dm atau baru gejala2 saja?
    thq

  12. bagaimana menu bagi penderita yang sudah komplikasi seperti ibu saya (hipertensi, DM, paru, Ginjal)

  13. ortu saya laki2 57th dan gula darahnya 317 serta ada penyumbatan di otak sebelah kanan. makanan dan buah apa yg cocok baginya…mksh sblmnya.

  14. Suami saya pernah dinayatakan stroke ringan saat gula darahnya 600.. tapi kini sudah berangsur normal. gangguan yang sering terjadi adalah mual sampai muntah ..disebabkan aapakah itu?

  15. Suami saya pernah dinayatakan stroke ringan saat gula darahnya 600.. tapi kini sudah berangsur normal. gangguan yang sering terjadi adalah mual sampai muntah ..disebabkan aapakah itu? (terakhir – puasa 79 – 2 jam setelahnya 135) apakah ii sudah disebut hipoglikemia? Trima kasih sebelumnya

  16. makasih artikelnya, sangat bermanfaat

  17. saya beberapa kali cek gula darah puasa kayanya normal,

    tapi terakhir saya cek gula darah puasa 104 dan gula dara PP 2 jam 150, gimana dengan kondisi apak saya sudah termasuk DM. Emang saya merasakan akhir 2 ini tubuh sering terasa capek dan ngantuk.

    mohon info nya

  18. ketika cek gula darah puasa saya 239 mg/dl, umur 31 tahun anak 4 org dengan berat lahir 3 orang di atas 4 kg, 1 orang 3,5 kg.skrg saya sudah steril. mata saya makin lama makin kabur, setelah makan saya sering pening bahkan ketika sedang makan juga pening. saya sangat ketakutan krn anak masih kecil. Skrg saya menjalani pengobatan alternatif homeopathy, saya takut makan obat dr dokter. Apa yg hrs saya lakukan?Klu bs tlg jwb di email saya.Makasih sebelumnya.

  19. Met, Siang
    Bagaimana menyetabilkan Gula saya, karena sering naik turun. saya mengalami Diabetes sampai 240, selama ini mengkonsumsi obat [ Gludepatic 500cc ], dan akhir akhir ini mulai ada kelainan Sexual.

    Atas bantuanya saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

  20. tolong bri tauw bagaimana contoh menu makan pada penderita gastroentritis dan dispepsia,..
    mohon d jawab,…

    thengz sebelumnya,…

  21. bagaimana bisa menyembuhkan mata..krn smenjak sy kena diabet mata slalu merah pndangan kabur…kdr gula sy 130 – 240 sering pusing2

  22. anak saya perempuan yang berusia 6 kalau habis kecing celana dia suka disemutin apa itu gejala diabetes? kalau kencing manis gejalanya apa aja ya? makasih.

    • Gejala kencing manis atau yang biasa disebut Diabetes Melitus selain gejala khas juga disertai gejala umum. Diabetes melitus (DM) adalah keadaan hiperglikemia (kelebihan kadar gula dalam darah) yang berlangsung lama (kronik) disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada berbagai organ tubuh.

      Berikut gejala khas dari Diabetes Melitus yaitu:

      * Banyak makan (polifagia).
      * Banyak minum (polidipsi).
      * Banyak kencing (poliuria).
      * Lemas.
      * Berat Badan turun.

      Selain itu juga disertai gejala lain yang mungkin dikeluhkan oleh penderita kencing manis, seperti: kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria serta pruritus vulva (rasa gatal pada daerah kemaluan) pada wanita.

      Untuk mendiagnosa secara pasti apakah seseorang benar menderita penyakit kencing manis atau Diabetes Mellitus maka diperlukan pemeriksaan gula darah (glukosa). DM jika gula darah sewaktu lebih dari 200mg/dl atau gula darah puasa sama dengan atau lebih dari 126mg/dl.

      Semoga kita bisa terhindar dari penyakit DM dengan menerapkan berbagai pola hidup sehat. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total, namun dapat dikendalikan dengan olah raga, diet dan obat-obatan.

  23. Akhir -akhir ini mata saya kabur, saya cek ke spesialis mata, katanya rabun jauh (bukan pentakit dan jangan di harapkan sembuhnya) saya hanya di beri resep untuk beli kacamata, di toko kacamata di sarankan untuk cek guladarah. Ternyata gula darah saya 575 mg, malah saya dimarahi oleh dokter, katanya malas ber obat, dll. padahal saya mengetahui kena DM, sekarang ini ( setelah cek gula harah ). dan tidak ada keluan lain selain mata kabur. tolong beri saran an kirim lewat imail. tks.

  24. pasien saya usia 10thn,tp anehnya riwayat kluarga kncing manis tidak ada..klo jajan yg manis2 dskolah sy rasa wajar krn ank kcil msih mmbutuhkan kalori yg bnyak untuk energi,,itupun jrg skli ia jajan..klo drmh pun tdk ad nafsu mkn..BB dr 19 trun hingga 17 kg..anak ini kan masih muda,bgaimana pnanganan yg bs kt beri agar tdk tjd komplikasi yg lebih bruk?trs bgaimana mgatur diet yg optimal sdgkan ia wrga kurang mampu..trimakasih ya,syalomm…

  25. lengkap banget ne informasi..resep masakan dan kandungan gizinya juga dicantumin..top markotop

  26. makasih bgt ya informasinya tentang menu makanan bagi penderita deabetes

  27. kalu tips nya seperti ini c…lengkap banget..panduan lengkap bagi penderita diabets

  28. bagi yang sudah menderita diabetes, disarankan mengkonsumsi Propolis, baca selengkapnya disini
    http://arismitraldo.blogspot.com/2010/11/normal-0-false-false-false.html

  29. Makanan apa sich yang tdk boleh dkonsumsi penderita DM.

  30. makasih tipsnya, ini yang saya cari,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: