Archive for June, 2006

02/06/2006

CARA KONSUMSI MENGKUDU

Sari (Esktrak) Mengkudu Dikonsumsi oleh Orang Dewasa dan Anak-anak
Mungkin ada yang berpikir bahwa hanya orang sakit saja yang mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu. Sebenarnya tidak demikian, orang yang berada dalam kondisi sehat dapat saja mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu termasuk anak-anak. Tetapi sebaiknya orang yang menjalani perawatan kesehatan memberitahukan pada dokternya bila ingin mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu. Dari bukti-bukti empiris diketahui bahwa sari (esktrak) mengkudu aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak, wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui.

Berapa lama mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu juga tergantung pada efek positif yang timbul setelah mengkonsumsi. Sebagian orang mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan atau lebih baru merasakan efek yang signifikan, namun rata-rata hampir setiap orang mengalami adanya perubahan setelah minum dalam beberapa minggu. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk merasakan adanya perubahan setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu tergantung pada beberapa hal :- Tingkat keseriusan kondisi kesehatan
– Berapa lama waktu mengkonsumsinya
– Stress/tekanan yang dialami
– Terapi kesehatan yang tengah dijalani
– Jenis suplemen kesehatan lain yang sedang dikonsumsi
– Sebelum mulai mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu, sebaiknya dipastikan alasan apa yang memotivasi kita untuk mengkonsumsinya.

Berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat dijadikan pegangan dalam mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu:

– Meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan dan memperbaiki kesehatan.
– Meningkatkan kekebalan tubuh.
– Lebih meningkatkan tanggung jawab terhadap kesehatan pribadi.
– Membantu penyembuhan tubuh setelah menga-lami luka atau pembedahan.
– Membantu penyerapan gizi dari makanan dan suplemen kesehatan lain yang dikonsumsi.
– Memberikan nutrien-nutrien yang tidak tersedia dalam makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
– Mencoba cara alami untuk terapi kesehatan dan penyembuhan karena metode konvensional yang digunakan tidak memberikan basil seperti yang diharapkan.
– Memperkuat enzim tubuh, letak sel reseptor dan sel protein lain sehingga dapat bekerja lebih baik.Alasan Memberikan Sari (Esktrak) Mengkudu pada Remaja dan Anak-AnakKetika anak-anak memasuki usia belasan akan sangat menguntungkan bila mereka mulai dibiasakan mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu setiap hari, karena dapat membantu mengatasi banyak proses transisi atau perubahan yang sedang dialami. sari (esktrak) mengkudu dapat membantu menghaluskan kulit mereka yang mulai ditumbuhi jerawat, menstabilkan suasana hati (mood), menghilangkan sakit pertumbuhan dan mempercepat masa penyembuhan akibat kecelakaan.

Bayi sehat, balita, anak-anak yang berusia kurang dari 9 tahun mungkin tidak perlu mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu setiap hari. Bila kondisi mereka sehat, daya tahan tubuh mereka sudah cukup kuat sehingga tidak memerlukan suplemen. Sebaiknya sari (esktrak) mengkudu diberikan bila tubuh mereka sedang kurang sehat.

Dosis Mengkonsumsi Sari (Ekstrak) Buah Mengkudu

Ada beberapa dosis yang dianjurkan dalam mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu yang dikaitkan dengan kondisi kesehatan pemakai.

Tabel di bawah ini menjelaskan dosis konsumsi sari buah (ekstrak) bagi orang yang secara umum berada dalam kondisi sehat atau tidak sedang mengalami penyakit serius. Tujuan mengkomsumsi lebih ditekankan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan stamina tubuh dan memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

Bulan I Bulan I-Seterusnva  
Dewasa (>16 thn)
Sebelum makan pagi 1 kapsul 1 kapsul  
Sebelum makan malam 1 kapsul 1 kapsul  
Anak-anak (<16 thn)
Sebelum makan pagi 1 kapsul 1 kapsul  
  1 kapsul

Tabel di bawah ini menerangkan dosis mengkonsumsi sari buah (ekstrak) bagi para penderita penyakit kronis. Beberapa jenis penyakit kronis adalah sebagai berikut: alergi kronis, artritis (radang sendi), asthma, bronkhitis, depresi, lupus, neuralgia, nyeri/sakit, sinusitis, fibromialgia, penyakit-penyakit degenerati degeneratif misalnya stroke, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, kolesterol tinggi dan kegemukan.

Bulan I-Seterusnya
Pagi (setelah bangun tidur) 1 kapsul
Sore 1 kapsul  
Malam (sebelum tidur) 1 kapsul  

Dosis konsumsi sari buah (ekstrak) mengkudu untuk para penderita penyakit serius dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Jenis-jenis penyakit serius, diantaranya adalah: ketagihan (adiksi) terhadap alkohol atau obat-obatan yang mengandung zat adiktif, kecelakan serius, turunnya daya tahan/kekebalan tubuh (misalnya : AIDS), kanker, penyakit-penyakit yang meradang, nyeri yang menahun.

Bulan I-Seterusnya  
Pagi (setelah bangun tidur) 1 kapsul
sebelum makan siang  1 kapsul
Sore 1 kapsul
Malam 1 kapsul

Catatan :
– Batas waktu yang diberikan tidak menjadi patokan (tergantung pad kondisi/perubahan yang dialami).
– Silahkan mengurangi dosis yang diminum, bila merasakan peningkatan kesehatan.
– Boleh menambah dosis konsumsi bila dosis yang disarankan belum menunjukkan reaksi positif.

Waktu Reaksi Setelah Mengkonsumsi Sari (Esktrak) MengkuduBerapa lamakah efek atau perubahan dirasakan setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu? Jawabannya tergantung pada kondisi kesehatan penggunanya. Suatu hal yang harus diingat adalah setiap orang mempunyai mekanisme metabolisme tubuh yang spesifik. Sebagian orang mungkin mengalami efek yang ditimbulkan oleh sari (esktrak) mengkudu hanya dalam beberapa hari, sedangkan sebagian lagi membutuhkan waktu yang agak lama untuk merasakan adanya perubahan yang nyata.Reaksi positif yang umumnya langsung dirasakan setelah mengkonsumsi sari (estrak) buah mengkudu adalah tubuh terasa lebih segar, tidur lebih nyenyak, siklus sistem percernaan menjadi lancar, lebih bersemangat dan gairah kerja menigkat.Selain itu ada beberapa reaksi samping atau yang disebut "reaksi pembersihan" (cleansing reaction atau detoxification crisis ), artinya yaitu proses pengeluaran zat-zat racun/toksin dan zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. Secara alamiah tubuh manusia melakukan reaksi pembersihan dengan sendiri. Reaksi ini biasanya terjadi pada saat kesehatan tubuh mulai membaik, yang disebabkan karena mengkonsumsi suplemen kesehatan.Gejala-gejala reaksi pembersihan setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu, diantaranya adalah: keringat berlebihan, bau badan dan bau napas tak sedap, batuk, diare atau sering buang air besar, air seni (urine) berbau, sakit kepala ringan, sering buang angin, pendarahan berlebihan saat menstruasi, ruam-ruam pada kulit, beberapa kelenjar membengkak, mudah lelah, dan rasa nyeri akibat terjadi pelepasan kristal asam urat dari dalam tubuh.Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk mengurangi dosis konsumsi atau menghentikan terapi dengan mengkudu untuk beberapa hari sampai gejalanya mereda atau hilang. Biasanya gejala reaksi pembersihan akan hilang dalam waktu 2 – 4 minggu.

Alergi Mengkudu

Beberapa orang mungkin alergi atau hipersensitif terhadap mengkudu maupun produk-produk olahannya. Gejalanya hampir sama dengan gejala reaksi pembersihan. Bagi orang yang alergi terhadap mengkudu juga disarankan untuk mengurangi dosis konsumsi atau menghentikannya sama sekali bila reaksi alergi sangat hebat dan tidak hilang setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu dalam waktu lama.

Pengalaman para pengguna sari (esktrak) mengkudu menunjukkan bahwa 25 % pengguna merasakan efek yang nyata setelah mengkonsumsi selama kurang lebih 3 minggu; 50 % dalam waktu 3 – 8 minggu; 25 dalam waktu 8 – 12 minggu.

Advertisements
02/06/2006

CARA KONSUMSI MENGKUDU

Sari (Esktrak) Mengkudu Dikonsumsi oleh Orang Dewasa dan Anak-anak
Mungkin ada yang berpikir bahwa hanya orang sakit saja yang mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu. Sebenarnya tidak demikian, orang yang berada dalam kondisi sehat dapat saja mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu termasuk anak-anak. Tetapi sebaiknya orang yang menjalani perawatan kesehatan memberitahukan pada dokternya bila ingin mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu. Dari bukti-bukti empiris diketahui bahwa sari (esktrak) mengkudu aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak, wanita hamil dan ibu yang sedang menyusui.

Berapa lama mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu juga tergantung pada efek positif yang timbul setelah mengkonsumsi. Sebagian orang mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan atau lebih baru merasakan efek yang signifikan, namun rata-rata hampir setiap orang mengalami adanya perubahan setelah minum dalam beberapa minggu. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk merasakan adanya perubahan setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu tergantung pada beberapa hal :- Tingkat keseriusan kondisi kesehatan
– Berapa lama waktu mengkonsumsinya
– Stress/tekanan yang dialami
– Terapi kesehatan yang tengah dijalani
– Jenis suplemen kesehatan lain yang sedang dikonsumsi
– Sebelum mulai mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu, sebaiknya dipastikan alasan apa yang memotivasi kita untuk mengkonsumsinya.

Berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat dijadikan pegangan dalam mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu:

– Meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan dan memperbaiki kesehatan.
– Meningkatkan kekebalan tubuh.
– Lebih meningkatkan tanggung jawab terhadap kesehatan pribadi.
– Membantu penyembuhan tubuh setelah menga-lami luka atau pembedahan.
– Membantu penyerapan gizi dari makanan dan suplemen kesehatan lain yang dikonsumsi.
– Memberikan nutrien-nutrien yang tidak tersedia dalam makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
– Mencoba cara alami untuk terapi kesehatan dan penyembuhan karena metode konvensional yang digunakan tidak memberikan basil seperti yang diharapkan.
– Memperkuat enzim tubuh, letak sel reseptor dan sel protein lain sehingga dapat bekerja lebih baik.Alasan Memberikan Sari (Esktrak) Mengkudu pada Remaja dan Anak-AnakKetika anak-anak memasuki usia belasan akan sangat menguntungkan bila mereka mulai dibiasakan mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu setiap hari, karena dapat membantu mengatasi banyak proses transisi atau perubahan yang sedang dialami. sari (esktrak) mengkudu dapat membantu menghaluskan kulit mereka yang mulai ditumbuhi jerawat, menstabilkan suasana hati (mood), menghilangkan sakit pertumbuhan dan mempercepat masa penyembuhan akibat kecelakaan.

Bayi sehat, balita, anak-anak yang berusia kurang dari 9 tahun mungkin tidak perlu mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu setiap hari. Bila kondisi mereka sehat, daya tahan tubuh mereka sudah cukup kuat sehingga tidak memerlukan suplemen. Sebaiknya sari (esktrak) mengkudu diberikan bila tubuh mereka sedang kurang sehat.

Dosis Mengkonsumsi Sari (Ekstrak) Buah Mengkudu

Ada beberapa dosis yang dianjurkan dalam mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu yang dikaitkan dengan kondisi kesehatan pemakai.

Tabel di bawah ini menjelaskan dosis konsumsi sari buah (ekstrak) bagi orang yang secara umum berada dalam kondisi sehat atau tidak sedang mengalami penyakit serius. Tujuan mengkomsumsi lebih ditekankan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan stamina tubuh dan memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

Bulan I Bulan I-Seterusnva  
Dewasa (>16 thn)
Sebelum makan pagi 1 kapsul 1 kapsul  
Sebelum makan malam 1 kapsul 1 kapsul  
Anak-anak (<16 thn)
Sebelum makan pagi 1 kapsul 1 kapsul  
  1 kapsul

Tabel di bawah ini menerangkan dosis mengkonsumsi sari buah (ekstrak) bagi para penderita penyakit kronis. Beberapa jenis penyakit kronis adalah sebagai berikut: alergi kronis, artritis (radang sendi), asthma, bronkhitis, depresi, lupus, neuralgia, nyeri/sakit, sinusitis, fibromialgia, penyakit-penyakit degenerati degeneratif misalnya stroke, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, kolesterol tinggi dan kegemukan.

Bulan I-Seterusnya
Pagi (setelah bangun tidur) 1 kapsul
Sore 1 kapsul  
Malam (sebelum tidur) 1 kapsul  

Dosis konsumsi sari buah (ekstrak) mengkudu untuk para penderita penyakit serius dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Jenis-jenis penyakit serius, diantaranya adalah: ketagihan (adiksi) terhadap alkohol atau obat-obatan yang mengandung zat adiktif, kecelakan serius, turunnya daya tahan/kekebalan tubuh (misalnya : AIDS), kanker, penyakit-penyakit yang meradang, nyeri yang menahun.

Bulan I-Seterusnya  
Pagi (setelah bangun tidur) 1 kapsul
sebelum makan siang  1 kapsul
Sore 1 kapsul
Malam 1 kapsul

Catatan :
– Batas waktu yang diberikan tidak menjadi patokan (tergantung pad kondisi/perubahan yang dialami).
– Silahkan mengurangi dosis yang diminum, bila merasakan peningkatan kesehatan.
– Boleh menambah dosis konsumsi bila dosis yang disarankan belum menunjukkan reaksi positif.

Waktu Reaksi Setelah Mengkonsumsi Sari (Esktrak) MengkuduBerapa lamakah efek atau perubahan dirasakan setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu? Jawabannya tergantung pada kondisi kesehatan penggunanya. Suatu hal yang harus diingat adalah setiap orang mempunyai mekanisme metabolisme tubuh yang spesifik. Sebagian orang mungkin mengalami efek yang ditimbulkan oleh sari (esktrak) mengkudu hanya dalam beberapa hari, sedangkan sebagian lagi membutuhkan waktu yang agak lama untuk merasakan adanya perubahan yang nyata.Reaksi positif yang umumnya langsung dirasakan setelah mengkonsumsi sari (estrak) buah mengkudu adalah tubuh terasa lebih segar, tidur lebih nyenyak, siklus sistem percernaan menjadi lancar, lebih bersemangat dan gairah kerja menigkat.Selain itu ada beberapa reaksi samping atau yang disebut "reaksi pembersihan" (cleansing reaction atau detoxification crisis ), artinya yaitu proses pengeluaran zat-zat racun/toksin dan zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. Secara alamiah tubuh manusia melakukan reaksi pembersihan dengan sendiri. Reaksi ini biasanya terjadi pada saat kesehatan tubuh mulai membaik, yang disebabkan karena mengkonsumsi suplemen kesehatan.Gejala-gejala reaksi pembersihan setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu, diantaranya adalah: keringat berlebihan, bau badan dan bau napas tak sedap, batuk, diare atau sering buang air besar, air seni (urine) berbau, sakit kepala ringan, sering buang angin, pendarahan berlebihan saat menstruasi, ruam-ruam pada kulit, beberapa kelenjar membengkak, mudah lelah, dan rasa nyeri akibat terjadi pelepasan kristal asam urat dari dalam tubuh.Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk mengurangi dosis konsumsi atau menghentikan terapi dengan mengkudu untuk beberapa hari sampai gejalanya mereda atau hilang. Biasanya gejala reaksi pembersihan akan hilang dalam waktu 2 – 4 minggu.

Alergi Mengkudu

Beberapa orang mungkin alergi atau hipersensitif terhadap mengkudu maupun produk-produk olahannya. Gejalanya hampir sama dengan gejala reaksi pembersihan. Bagi orang yang alergi terhadap mengkudu juga disarankan untuk mengurangi dosis konsumsi atau menghentikannya sama sekali bila reaksi alergi sangat hebat dan tidak hilang setelah mengkonsumsi sari (esktrak) mengkudu dalam waktu lama.

Pengalaman para pengguna sari (esktrak) mengkudu menunjukkan bahwa 25 % pengguna merasakan efek yang nyata setelah mengkonsumsi selama kurang lebih 3 minggu; 50 % dalam waktu 3 – 8 minggu; 25 dalam waktu 8 – 12 minggu.

02/06/2006

KANDUNGAN KIMIAWI MENGKUDU

Senyawa-senyawa Terpenoid
Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometrik yang juga terdapat pada lemak/minyak esensial (essential oils), yaitu sejenis lemak yang sangat penting bagi tubuh. Zat-zat terpen membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

Zat Anti-bakteri
Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat­-zat yang terdapat di dalam buah mengkudu telah terbukti menunjukkan kekuatan melawan golongan bakteri infeksi: Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylo­coccus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli.

Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kegiatan zat anti-bakteri dalam buah mengkudu dapat mengontrol dua golongan bakteri yang mematikan (pathogen), yaitu: Salmonella dan Shigella. Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari buah mengkudu mendukung kegunaannya untuk merawat penyakit infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.

Asam
Asam askorbat yang ada di dalam buah mengkudu adalah sumber vitamin C yang luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas (partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan tubuh). Asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah mengkudu.

Nutrisi
Secara keseluruhan mengkudu merupakan bahan makanan yang bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa lampau maupun sekarang, menggunakan buah mengkudu sebagai makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan mengkonsumsi buah mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan untuk mengkonsumsi buah mengkudu untuk menambah kekuatan dan tenaga.

Zat-zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh antara lain: karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral-mineral esensial juga tersedia dalam buah maupun daun mengkudu. Selenium adalah salah satu contoh mineral yang banyak terdapat pada mengkudu dan merupakan antioksidan yang hebat.

Scopoletin
Pada tahun 1993, peneliti universitas Hawaii berhasil memisahkan zat-zat scopoletin dari buah mengkudu. Zat­-zat scopoletin ini mempunyai khasiat pengobatan, dan sebagai tambahan para ahli percaya bahwa scopoletin adalah salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia.

Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium, sp dan juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.

Zat Anti-kanker (Damnacanthal)
Beberapa penelitian terbaru tentang mengkudu dilakukan untuk mengetahui kandungan zat-zat anti­kanker (damnacanthal ). Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti kanker pada ekstrak mengkudu ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal dari sel­sel abnormal K-ras-NRK (sel pra kanker) pada 500 jenis ekstrak tumbuhan, Ternyata zat anti kanker pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.

Xeronine dan Proxeronine
Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah mengkudu adalah xeronine. Xeronine dihasilkan juga oleh tubuh manusia dalam jumlah terbatas yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi protein di dalam sel.

Xeronine ditemukan pertama kali oleh Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia). Walaupun buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi mengandung bahan-­bahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu proxeronine dalam jumlah besar.

Proxeronine adalah sejenis asam koloid yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya dengan bobot molekul relatif besar, lebih dari 16,000. Apabila kita mengkonsumsi proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh akan meningkat. Di dalam tubuh manusia (usus) enzim proxeronase dan zat­-zat lain akan mengubah proxeronine menjadi xeronine. Fungsi utama xeronine adalah mengatur bentuk dan rigiditas (kekerasan) protein-protein spesifik yang terdapat di dalam sel. Hal ini penting mengingat bila protein-protein tersebut berfungsi abnormal maka tubuh kita akan mengalami gangguan kesehatan.

Secara keseluruhan mengkudu merupakan bahan makanan yang bergizi lengkap. Sebagian besar adat budaya Polinesia masa lampau maupun sekarang, menggunakan buah mengkudu sebagai makanan utama. Penduduk asli kepulauan Pasifik Selatan mengkonsumsi buah mengkudu untuk dapat bertahan hidup pada waktu kelaparan. Demikian pula, para prajurit yang menetap di kepulauan Polinesia selama perang dunia II dianjurkan untuk mengkonsumsi buah mengkudu untuk menambah kekuatan dan tenaga.

Zat Pewarna
Kulit akar tanaman mengkudu mengandung zat pewarna (merah), yang diberi nama morindon dan morindin.

BONUS CASH MONEY Rp 100.000,- untuk Anda hanya dengan melakukan pendaftaran, GRATIS !

02/06/2006

SEKILAS TENTANG MENGKUDU

Klasifikasi Mengkudu
Terdapat sekitar 80 spesies tanaman yang termasuk dalam genus Morinda. Menurut H.B. Guppy, ilmuwan Inggris yang mempelajari mengkudu sekitar tahun 1900, kira-kira 60 persen dari 80 spesies Morinda tumbuh di pulau-pulau besar maupun kecil, di antaranya Malaysia dan pulau-pulau yang terletak di Lautan India dan Lautan Pasifik.

Hanya sekitar 20 spesies Morinda yang mempunyai nilai ekonomis, antara lain: Morinda bracteata, Morinda officinalis, Morinda fructus, Morinda tinctoria dan Morinda citrifolia. Morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering disebut sebagai “Queen of The Morinda”. Spesies ini mempunyai nama tersendiri di setiap negara, antara lain Noni di Hawaii, Nonu atau Nono di Tahiti, Cheese Fruit di Australia, Mengkudu di Indonesia dan Malaysia.

Filum: Angiospermae
Sub filum : Dycotiledones
Divisi: Lignosae
Famili: Rubiaceae
Genus: Morinda
Spesies: citrifolia
Nama ilmiah: Morinda citrifolia

Botani Mengkudu
Mengkudu termasuk tumbuhan keluarga kopi-kopian (Rubiaceae), yang pada mulanya berasal dari wilayah daratan Asia Tenggara dan kemudian menyebar sampai ke Cina, India, Filipina, Hawaii, Tahiti, Afrika, Austra­lia, Karibia, Haiti, Fiji, Florida dan Kuba.

Sejarah Pemanfaatan Mengkudu
Seperti sudah dikemukakan sebelumnya, mengkudu berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 100 SM, penduduk Asia Tenggara bermigrasi dan mendarat di kepulauan Polinesia, mereka hanya membawa tanaman dan hewan yang dianggap penting untuk hidup di tempat baru. Tanaman-tanaman tersebut memiliki banyak kegunaan, antara lain untuk bahan pakaian, bangunan, makanan dan obat-obatan, Lima jenis tanaman pangan bangsa Polinesia yaitu talas, sukun, pisang, ubi rambat, dan tebu. Mengkudu, yang dalam bahasa setempat disebut “noni” adalah salah satu jenis tanaman obat penting yang turut dibawa.

Bangsa Polinesia memanfaatkan “noni” untuk mengobati berbagai jenis penyakit, diantaranya: tumor, luka, penyakit kulit, gangguan pernapasan (termasuk asma), demam dan penyakit usia lanjut. Pengetahuan tentang pengobatan menggunakan mengkudu diwariskan dari generasi ke generasi melalui nyanyian dan cerita rakyat. Tabib Polinesia, yang disebut Kahuna adalah orang memegang peranan panting dalam dunia pengobatan tradisional bangsa Polinesia dan selalu menggunakan mengkudu dalam resep pengobatannya,

Laporan-laporan tentang khasiat tanaman mengkudu juga terdapat pada tulisan-tulisan kuno yang dibuat kira-­kira 2000 tahun yang lalu, yaitu pada masa pemerintahan Dinasti Han di Cina. Bahkan juga dimuat dalam cerita-­cerita pewayangan yang ditulis pada masa pemerintahan raja-raja di pulau Jawa ratusan tahun yang lalu.

Perkembangan industri tekstil di Eropa mendorong pencarian bahan-bahan pewarna alami sampai ke wilayah-­wilayah kolonisasi, karena pada masa itu pewarna sintetis belum ditemukan. Pada tahun 1849, para peneliti Eropa menemukan zat pewarna alami yang berasal dari akar mengkudu, dan kemudian diberi nama “Morindone” dan “Morindin”. Dari hasil penemuan inilah, nama “Morinda” diturunkan. Berikut adalah tabel sejarah perkembangan Morinda citrifolia:

Orang-orang Eropa mengetahui khasiat mengkudu sekitar tahun 1800, yang diawali dengan pendaratan Kapten Cook dan para awaknya di Kepulauan Hawaii (tahun 1778). Kedatangan mereka turut membawa penyakit-penyakit baru, antara lain gonorrhea, sipilis, TBC, kolera, influenza, pneumonia yang dengan cepat mewabah ke seluruh wilayah Hawaii dan mengakibatkan kematian ribuan penduduk. Bahkan pengobatan tradisional masyarakat setempat tidak sanggup melawan penyakit-­penyakit tersebut.

Para peneliti Eropa yang datang kemudian melakukan pencarian dan penelitian tentang sejarah dan kebudayaan bangsa Polinesia, termasuk sistem pengobatan tradisionalnya. Dan pada tahun 1860, pengobatan alamiah menggunakan mengkudu mulai tercatat dalam literatur-literatur Barat.

02/06/2006

Khasiat Mengkudu Tak Seburuk Rupanya

Mengkudu dikenal dengan nama latin Morinda citrifolia. Di Indonesia nama mengkudu dikenal dengan berbagai nama, seperti pace, bentis, kemudu (Jawa), cangkudu (Sunda), kondhuk (Madura), bangkudu (Batak), neteu (Mentawai), keumudee (Aceh), tibah (Bali) atau rewonang (Dayak). Namun secara internasional, mengkudu lebih dikenal sebagai “noni” yang merupakan sebutan khas orang Hawaii atau Tahiti.
Hingga kini mengkudu jarang mendapat perhatian, karena bentuk buahnya yang cenderung bak si “buruk rupa”. Selain itu, juga karena baunya yang kurang sedap. Namun semenjak Dr Ralph Heineckepada tahun 1950 menemukan kadar xeronine dalam buah tersebut, mengkudu kini seperti menjadi incaran banyak orang.
Xeronine sendiri kemudian dikenal sebagai zat yang mampu menetralisasi berbagi penyakit, seperti gula darah, penuaan dini, dan bisa menurunkan kadar kolesterol. Bahkan beberapa penelitian terakhir menunjukan bahwa buah ini bisa juga sebagai pemberantas kanker yang mematikan.
Prof Dr Sumali Wiryodagdo, Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi FMIPA UI membenarkan pula hal ini. Menurut penelitian beliau yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini, mengkudu memang benar menunjukkan beberapa bukti kemanjurannya sebagai obat. “Pada kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurunan kadar glukosa darah,” ujarnya, belum lama ini. “Selain itu ternyata buah ini juga memberikan efek perbaikan sel Beta-Langerhands dalam pankreas,” tambahnya.
Prof Sumali juga menambahkan, uji toksititas yang dilakukannya pada buah tersebut menunjukan bahwa setelah pemberian ekstrak buah mengkudu selama paling tidak 90 hari, seseorang tidak menunjukan adanya kelainan aktivitas kreatin kinase, GOT Plasma, dan potensi kerusakan pada otot jantung.
Begitu pun pada uji toksititas pada hati, ginjal, dan hematologi. Buah ini tak menunjukkan hal yang membahayakan. Jadi menurutnya dapat disimpulkan, ekstrak buah mengkudu ini aman digunakan sebagai obat dan dapat menurunkan tekanan darah, serta menurunkan kadar gula darah.